Laman

Selasa, 08 Mei 2012

laporan ekologi tumbuhan Analisis Vegetasi Tumbuha


LAPORAN PRAKTIKUM
EKOIOGI TUMBUHAN
Analisis Vegetasi Tumbuha
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekologi Tumbuhan yang diampu oleh Dr. Achyani, M.Si





Disusun oleh:
NAMA            : NOVITA RISTIANINGRUM
NPM                : 09321054
PRODI            : BIOLOGI
KELOMPOK : 10



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2011




I.                   Topik
Analisis Vegetasi Tumbuhan

II.          Hari/Tanggal
Selasa, 06 Desember 2011

III.       Tujuan
Untuk mengetahui analisis vegetasi tumbuhan pada daerah tertentu dengan metode petak tunggal dengan indikator densitas, frekuensi, luas penutupan, indeks nilai penting, indeks dominasi, dan  indeks keragamannya.

IV.       Kajian Pustaka
Anonimus (2011),menyatakan bahwa Vegetasi (dari bahasa Inggris: vegetation) dalam ekologi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem. Beraneka tipe hutan, kebun, padang rumput, dan tundra merupakan contoh-contoh vegetasi.Analisis vegetasi biasa dilakukan oleh ilmuwan ekologi untuk mempelajari kemelimpahan jenis serta kerapatan tumbuh tumbuhan pada suatu tempat.
Tjitrosoepomo (2002 :77),menyatakan bahwa Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari.
Kimbal (1965 :91),menyatakan bahwa Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan.
Lestari (2006 :76),menyatakan bahwa Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi yang sangat membantu dalam mendekripsikan suatu vegetasi sesuai dengan tujuannya. Dalam hal ini suatu metodologi sangat berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan dalam bidang-bidang pengetahuan lainnya, tetapi tetap harus diperhitungkan berbagai kendala yang ada.

V.        ALAT dan BAHAN
A.          Alat :
-          Penggaris ukuran 1 meter
-          Tali raffia
-          Patok bambu
-          Kamera digital/handphone
-          Buku dan alat tulis
B.     Bahan :
-          Berbagai vegetasi tumbuhan yang hidup di kebun.
VI.             CARA KERJA
1.       Menentukan tempat yang akan dihitung vegetasi tumbuhannya
2.      Membuat petak ukuran 1 x 1 meter persegi dengan menggunakan tali raffia yang telah diukur panjangnya dengan pengaris dimana tiap sudut petak diberi patok dari bambu
3.      Melakukan penghitungan jenis spesies tumbuhan dan jumlahnya tiap spesies tersebut yang berada di dalam petak.
4.      Mengambil gambar dari spesies yang ditemukan setelah dilakukan penghitungan.
5.      Mengulangi kegiatan 1-4 untuk petak berikutnya jika dalam petak tersebut presentase spesiesnya masih di atas 5 % dan berhenti membuat petak jika presentase spesiesnya sudah dibawah 5 %.

6.      Untuk menghitung presentase spesiesnya menggunakan rumus :



VII.          DATA HASIL PENGAMATAN
No.
Petak
Jumlah Spesies
Penambahan Spesies
Persentase Spesies
1.
1
9


2.
2
13
4
44,44
3.
4
21
8
61,5
4.
8
22
1
4,8
Luas Seluruh Petak :  (8 x 8) + (4 x 4) + (2 x 2) + (1 x 1) = 85 m²
Jumlah individu tiap spesies pada petak 1 :
A = 20                          F = 7
B = 4                            G = 3
C = 33                          H = 1
D = 2                             I = 10
E = 2
VIII.       Analisis data
Dari data hasil pengamatan dapat kita analisis densitas, frekuensi, luas penutupan, indeks nilai penting, indeks dominasi, dan indeks keragamannya.
Untuk petak contoh pertama :
1.      Densitas
Adalah jumlah individu per luas petak contoh.
Dimana densitas rumusnya :
Dan densitas relatif rumusnya :
Menghitung Densitas (K-i) :
Sehingga Densitas (K-i) total = 0.96

Menghitung Densitas Relatif (KR-i) :
 ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;  ; .
Sehingga Densitas Relatif (KR) total = 1
2.      Frekuensi
Adalah jumlah petak contoh ditemukanya spesies tertentu per jumlah seluruh petak.
Dimana Frekuensi (F) rumusnya :
Dan Frekuensi Relatif (FR-i) rumusnya :
Menghitung Frekuensi (F) :
Menghitung Frekuensi Relatif (FR-i) :
 ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;
Sehingga Frekuensi Relatif (FR) total = 100.01
3.      Luas Penutupan (Coverage)
Merupakan luas penutupan contoh dalam luas keseluruhan petak contoh.
Untuk luas penutupan ( C ) rumusnya :
Dimana untuk mencari Luas Penutupan Contoh dengan rumus:
Untuk luas penutupan relatif (CR) :
Menghitung luas penutupan contoh :
 ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;
Sehingga luas penutupan contoh keseluruhan = 460
Menghitung Luas Penutupan ( C ) :
Menghitung Luas Penutupan Relatif (CR) :
 ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;  ;
Sehingga Luas Penutupan Relatif keseluruhan = 6972,4
4.      Indeks Nilai Penting
Adalah hasil dari penjumlahan antara densitas relatif, frekuensi relatif, dan luas penutupan relatif.
Rumusnya : INP = KR + FR + CR
Menghitung INP tiap spesies :
INP-a = 0,25 + 24,39 + 170,1 = 194,74
INP-b = 0,052 + 4,88 + 473,2 = 478,132
INP-c = 0,406 + 40,24 + 2317,9 = 2358,546
INP-d = 0,021 + 2,44 + 277,3 = 279,761
INP-e = 0,021 + 2,44 + 388,2 = 390,661
INP-f = 0,083 + 8,54 + 724,6 = 733,223
INP-g = 0,042 + 3,66 + 831,8 = 835,502
INP-h = 0,01 + 1,22 + 125,7 = 126,93
INP-i = 0,115 + 12,30 + 1663,6 = 1676,015
Sehingga INP keseluruhan = 7073,51
5.      Indeks Dominasi
Rumusnya, yaitu :
 dimana n.i = nilai penting masing-masing jenis ke-n ; N = total nilai penting dari seluruh jenis
Sehingga perhitunganya :
 +  +  +  +(  +  +  +     +  = 14,165
6.      Indeks Keragaman (H)
Rumusnya, yaitu :
 ; dimana n.i = jumlah individu jenis ke-n , N = total jumlah individu.
Sehingga perhitungannya :
= 0,805

IX.             PEMBAHASAN
Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari.
Dalam banyak penelitian mengenai kondisi ekosistem pada suatu daerah diperlukan gambaran tentang kondisi ekologis daerah tersebut. Gambaran kondisi ekologis ini penting untuk mengetahui struktur dan fungsi di dalam ekosistem daerah tersebut, yang kemungkinan dapat terganggu, rusak atau bahkan hancur oleh kegiatan yang akan dilakukan. Salah satu bentuk dari gambaran kondisi ekologis tersebut adalah gambaran deskripsi vegetasi berupa diagram profil vegetasi.
Hasil analisis komunitas tumbuhan disajikan secara deskripsi mengenai komposisi spesies dan struktur komunitasnya. Struktur suatu komunitas tidak hanya dipengaruhi oleh hubungan antar spesies, tetapi juga oleh jumlah individu dari setiap spesies organisme. Hal ini menyebabkan kelimpahan relatif suatu spesies dapat mempengaruhi fungsi suatu komunitas, distribusi individu antar spesies dalam komunitas, bahkan dapat memberikan pengaruh pada keseimbangan sistem dan akhirnya berpengaruh pada stabilitas komunitas.
Struktur komunitas tumbuhan memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif. Deskripsi struktur komunitas tumbuhan dapat dilakukan secara kuantitatif dengan parameter kuantitatif atau secara kualitatif dengan parameter kualitatif.
Parameter kualitatif dalam analisis komunitas tumbuhan antara lain :
1.                       Stratifikasi
Stratifikasi adalah distribusi tumbuhan dalam ruang vertikal. Semua spesies tumbuhan dalam komunitas tidak sama ukurannya, serta secara vertikal tidak menempati ruang yang sama. Stratifikasi tumbuhan di bagian atas tanah berhubungan dengan sifat spesies tumbuhan untuk memanfaatkan radiasi matahari yang diterima, dan memanfaatkan ruangan menurut keperluan yang berbeda-beda. Dalam ekosistem hutan, stratifikasi tersebut diciptakan oleh susunan tajuk pohon-pohon menurut arah vertikal dan terjadi karena adanya pohon-pohon yang menduduki kelas pohon dominan (lapisan A), pohon kodominan (lapisan B), pohon tengahan (lapisan C), pohon tertekan (lapisan D) dan pohon bawah (lapisan E).
2.                       Kelimpahan
Kelimpahan adalah parameter kualitatif yang mencerminkan distribusi relatif spesies organisme dalam komunitas. Kelimpahan pada umumnya berhubungan dengan densitas berdasarkan penaksiran kualitatif. Menurut penaksiran kualitatif, kelimpahan dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu sebagai berikut :
1.        Sangat jarang
2.        Kadang-kadang atau jarang
3.        Sering atau tidak banyak
4.        Banyak atau berlimpah
5.        Sangat banyak atau sangat berlimpah

3.                       Penyebaran
Penyebaran adalah parameter kualitatif yang menggambarkan keberadaan spesies organisme pada ruang secara horizontal. Penyebaran tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga antara lain random, seragam dan berkelompok.
Analisis komunitas tumbuhan merupakan cara mempelajari susunan atau komposisi spesies dan bentuk atau struktur masyarakat tumbuhan (vegetasi). Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari adalah suatu komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tumbuhan yang menempati habitat. Analisis komunitas bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas yang ada di suatu wilayah yang dipelajari dan hasilnya disajikan secara deskripsi.
Adapun pengambilan data untuk analisis komunitas tumbuhan dapat dilakukan dengan menggunakan metode petak (plot) baik petak tunggal maupun petak ganda, metode jalur, metode garis berpetak, metode kombinasi ataupun metode kuadran.
Metode kuadran umumnya dipergunakan untuk pengambilan contoh vegetasi tumbuhan jika hanya vegetasi fase pohon yang menjadi objek kajiannya. Metode ini mudah dikerjakan dan lebih cepat jika akan dipergunakan untuk mengetahui komposisi jenis, tingkat dominansi, dan menaksir volume pohon. Syarat penerapan metode kuadran adalah distribusi pohon yang akan diteliti harus acak. Metode kuadran atau metode titik pusat kuadran merupakan metode sampling tanpa petak contoh yang dapat dilakukan secara efisien karena dalam ndikerjakan.
Di dalam metode kuadran, pada setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan, sehingga pada setiap titik pengukuran terdapat empat buah kuadran.

Salah satu masalah dalam ekologi adalah:
a.     menentukan distribusi
b.    menentukan ukuran
c.     menentukan perubahan populasi dalam komunitas suatu habitat atau ekosistem



   Kegunaan:
1.  Menjelaskan komposisi dan struktur vegetasi sebagai dokumentasi karakter ekologi
     di ekosistem tersebut.
2.  Menjelaskan pengertian hubungan atau asosiasi antara komunitas tumbuhan dan faktor lingkungan, misalnya klimat edafik, unsur hara. Sehingga dari hasil tersebut dapat dipelajari mengapa populasi – populasi tumbuhan bervariasi baik secara spasial (ruang atau tempat) maupun secara temporal (waktu).
3.  Dapat dipelajari:
a.     Jumlah tumbuhan yang tersedia pada suatu habitat untuk satwa liar dan
     hewan di peternakan.
b.    Jumlah kayu yang ada di hutan alam atau hutan perkebunan.
c.     Kualitas habitat satwa liar.
d.    Produk - produk lainnya yang dihasilkan oleh komunitas tumbuhan.
e.     Distribusi satwa liar di antara komunitas di ekosistem.

Sampling
Sampling   : mengumpulkan data vegetasi sebagai wakil  yang dianggap representatif dari
        habitat yang dipelajari.
Alasan     : melaksanakan sampling vegetasi pada area yang  luas adalah tidak mungkin.
*      Sampel harus dicuplik secara random
 artinya : setiap sampel yang dicuplik mempunyai peluang atau kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel yang dicuplik.

Pendekatan
Ada banyak cara (teknik) atau metode untuk menganalisis vegetasi. Yang jelas pemilihan metode untuk analisis vegetasi tergantung pada bermacam variabel, antara lain:
1.    Tujuan penelitian
2.    Tipe struktur vegetasi
3.    Karakter vegetasi yang akan diukur, misalnya densitas (kerapatan), dominansi, dan frekuensi
 spesies
4.    Derajat persisi dan akurasi yang diinginkan
5.    Waktu, biaya, dan tenaga peneliti yang tersedia.
Kesemua faktor ini perlu dipertimbangkan, sehingga dapat membantu memilih metode yang terbaik untuk situasi yang dihadapi di lapangan.

Parameter yang diukur
Berbagai karakter tumbuhan dapat diukur, biasanya parameter vegetasi yang umum diukur adalah densitas (kerapatan), dominansi, dan frekuensi (kekerapan), Indeks Nilai Penting (INP). Densitas, dominan, frekuensi, dan INP dapat diperoleh dengan berbagai cara metode sampling. Parameter vegetasi tersebut dapat diukur secara kuantitatif sebagai berikut:
1.    Densitas
Densitas (kerapatan) adalah jumlah cacah individu suatu spesies per satuan luas. Luas tersebut dapat dalam meter persegi (m2) atau hektar (Ha = 10.000 m2).

Densitas seluruh spesies = Jumlah cacah individu seluruh spesies
                                    Luas area cuplikan
Perhitungan di atas adalah perhitungan densitas absolut atau disebut juga densitas aktual. Untuk tujuan tertentu akan sangat berguna bila konstribusi cacah individu dari satu spesies diekspresikan sebagai hubungan antara cacah individu suatu spesies dengan total cacah individu seluruh spesies yang akan ditemukan di dalam seluruh plot yang dikaji. Ini disebut sebagai densitas relatif.
Densitas relatif spesies A =        Total cacah individu spesies A                x 100 %
                                          Jumlah total cacah individu seluruh spesies


2.    Frekuensi
Frekuensi adalah pengukuran distribusi atau agihan spesies yang ditemukan pada plot yang dikaji. Frekuensi menjawab pertanyaan pada plot mana saja spesies tersebut ditemukan atau berapa kali munculnya suatu spesies pada plot yang diteliti. Frekuensi diekspresikan sebagai presentase munculnya cacah plot tempat suatu spesies ditemukan.

Frekuensi spesies A =        Jumlah plot terdapatnya spesies A                x 100 %
                                            Jumlah seluruh plot yang dicuplik
Frekuensi dapat dinyatakan dalam pecahan atau dalam persen. Frekuensi dapat juga diekspresikan dengan istilah relatif.

Frekuensi relatif spesies A =        Total frekuensi spesies A                    x 100 %
                                          Jumlah total frekuensi seluruh spesies
3.    Dominansi
Dominansi suatu spesies dapat ditentukan dengan mengukur basal area pohon atau penutup (coverage) pohon atau herba. Luas basal area suatu jenis pohon dapat diperoleh dari diameter pohon setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Bila pohonnya mempunyai akar banir maka diameter pohon diukur langsung di atas banirnya. Penutup pohon atau herba adalah luas proyeksi tajuk atau kanopi pohon atau herba. Penentuannya hampir mirip dengan penentuan densitas, satuannya adalah cm2 atau m2.

4.    Indeks Nilai Penting (INP)
Merupakan penjumlahan nilai relatif dari frekuensi kerapatan dan dominansi suatu jenis. INP sering dipakai karena memudahkan dalam interprestasi hasil analisis vegetasi.

Metode Sampling
Metode yang umum digunakan dalam analisis vegetasi adalah metode plot dan metode tanpa plot. Metode plot, misalnya metode kuadrat, metode releve, dan metode belt transect. Pada metode line intercept = penggal garis, di sini kuadrat direduksi menjadi garis, dan metode jarak (misalnya point centered quarter – methods). Sedangkan pada metode tanpa plot, yaitu point quadrat = metode kuadrat titik.


X.                      KESIMPULAN
            Berdasarkan data hasil pengamatan da pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam analisis komunitas tumbuhan terdapat parameter-parameter yang harus dilakukan untuk kepentingan analisis komunitas tumbuhan. Parameter yang digunakan dalam praktikum ini yaitu parameter kualitatifyang didalamnya terdapat densitas yaitu jumlah individu per unit luas atau per unit volume, ftekuensi yaitu besarnya intensitas ditemukannya suatu species organisme dalam pengamatan keberadaan organisme pada kominitas atau ekosistem, luas penutupan yaitu proporsi antara luas tempat  yang ditutupi oleh species tumbuhan dengan lusa totsl habitat, indeks nilai penting yaitu parameter kuantitatif yang dapat dipakai untuk menyatakan tingkat dominansi species-spesies dalam suatu  komunitas tumbuhan, indeks dominansi yaitu parameter menyatakan tingkat terpusatnya dominansi species dalam suatu komunitas, indeks keragaman yaitu ciri tingkatan komunitas berdasarkan organisasi biologinya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2009. Analisis Komunitas Tumbuhan.(online).(http://wordpress.com. Diakses pada 10 Desember 2011. Pukul 10.00 WIB).
Hidayat, E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Institut Teknologi Bandung Press
Kimball. 1999.  Biologi Edisi kelima Jilid II . Jakarta : Erlangga
Tjitrosoepomo, G. 2002. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Lampiran :
1.      Data hasil pengamatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar